Ke Seribu Tiga Ratus Lima Puluh Itu



Kita bakal sampai di situ
Adakah destinasi atau bersinggah
Kita masih tidak tahu
Titik yang ke seribu tiga ratus lima puluh itu
memahat hilaian pilu
menoda cinta yang satu

Bangun berazan, tidur berzanji
Apakah bakal berulang lagi?
Kuasa apakah kita berpegang pada janji?
Di helaian ke seribu tiga ratus lima puluh itu
Mohon pada yang Satu
binasakan dunia dari hatiku

Jatuh tersampuk bertopang dagu elak tersengguk
Menunggu bulan persis si pungguk
Mana sadarmu lara lalai diketuk-ketuk?
Di riyal yang ke seribu tiga ratus lima puluh itu
lampiran taubat segeralah dibentang
Sebelum mata terpejam
Sebelum badan berkapan
Sebelum sekalian dikumpul di padang

0 Response to "Ke Seribu Tiga Ratus Lima Puluh Itu"

Post a Comment

Sila tinggalkan hyperlink blog anda di komen (cara-cara dalam LINK INI ) kerana kebanyakan masa saya menggunakan mobile dan memudahkan saya dan pembaca lain untuk melawat blog anda kembali. Terima kasih daun keladi.